Selasa, 05 Juli 2011

Bahan Ajar Menyusun Naskah Pidato





                                                                     BAHAN AJAR

Kompetensi Dasar
MENYUSUN NASKAH PIDATO



Pelajaran Bahasa Indonesia
Aspek Pembelajaran : Menulis
Jenjang : SMA/ MA





Disusun oleh :
Desi Kusmawati
2108090062



FAKULTAS KEGURUANDAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2011


STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
SEKOLAH MENENGAH ATAS
                                                                Kelas X ( Sepuluh )          
Semester 2

Aspek Pembelajaran : Menulis

Standar Kompetensi
Kompetensi dasar
Indikator
Sumber/ Bahan Ajar
Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato
Menyusun teks pidato
§  Mengidentifikasi unsur-unsur dalam teks pidato
§  Menentukan topik atau gagasan yang akan dikembangkan dalam teks pidato
§  Menyusun teks pidato  berdasarkan kerangka dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami.
§  Memperbaiki teks pidato dari segi struktur, diksi, kejelasan kalimat, dan penggunaan EYD
Modul 1 Bahasa Indonesia SMK setara tingkat unggul



MENYUSUN NASKAH PIDATO

1.       Pengertian

A.      Pengertian pidato

1.          Pidato adalah salah satu bentuk kegiatan berbicara dalam mencetuskan gagasan/ pikiran tertentu untuk membujuk, menginformasikan atau menghibur di depan orang banyak. Dalam pelaksanaannya pembicara (orator/ komunikator) dalam penyampaian ide, pikiran atau pendapat lainnya disampaikan secara lisan di depan umum. (Modul 1 Bahasa Indonesia SMK Tingkat Unggul)
2.          Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.
3.          Pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi guna menyatakan pendapatnya atau guna memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dibawakan oleh 1 orang lalu memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut dibincangkan. Pidato adalah salah satu teori dari pelajaran bahasa Indonesia. (Sumber : Wikipedia)
4.          Pidato adalah 1)pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak; 2) wacana yang yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak. (KBBI, 2001)

B.      Tujuan pidato

Berdasarkan definisi pidato, maka tujuan pidato dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.     Memberi suatu pemahaman/memberitahu/menginformasikan sesuatu hal pada orang lain.
2.     Membujuk, mempengaruhi sehingga komunikasi pendengar berbuat sesuai dengan harapan komunikator dengan suka rela.
3.     Menghibur atau menyenangkan komunikan dalam tema dan acara tertentu, sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan

C.      Bagian-bagian yang terdapat dalam naskah pidato
Kerangka/bagian-bagian umum dalam naskah pidato adalah sebagai berikut :
1.     Pembukaan biasanya terdiri dari salam, ucapan, syukur, ucapan terima kasih, tujuan
2.     Isi biasanya terdiri dari gagasan-gagasan yang hendak dicapai 
3.     Penutup terdiri dari simpulan, ajakan, harapan, permintaan maaf, salam penutup. 

D.      Jenis-jenis / macam-macam / sifat-sifat pidato

Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi :

1.     Pidato pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc.
2.     Pidato pengarahan adalah pidato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
3.     Pidato sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
4.     Pidato peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
5.     Pidato laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.
6.     Pidato pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban.

E.      Metode pidato
Metode (cara) pidato dapat dilakukan dalam bentuk :
1.     Metode membaca naskah
      Adalah cara penyampaian materi yang akan disampaikan ditulis dulu untuk dibacakan pada saat pidato
2.     Metode menghapal
      Merupakan lanjutan dari metode membaca naskah. Naskah yang sudah ditulis dihapalkan. Dalam pidato dengan metode ini komunikator hanya menyuarakan apa yang sudah dihapalnya.
3.     Metode improvisasi
      Adalah melakukan sesuatu (pidato) tanpa persiapan lebih dahulu. Metode ini komunikator tidak menyiapkan naskah. Bahkan menulis isi pokok-pokok pun tidak. Pidato semacam ini biasanya dilakukan oleh orang yang ditunjuk secara mendadak dalam suatu acara tertentu.
4.     Metode eksperimen atau pengembangan kerangka
      Metode ini merupakan cara paling efektif di antara ketiga metode tersebut (bagian a, b, dan c). Calon komunikator menyiapkan kerangka materi secara garis-garis besarnya saja, kemudian dikembangkan pada saat berpidato, namun sebelumnya sudah menguasai kerangka yang akan diuraikan.
Anda dapat menggunakan salah satu metode, dengan catatan, metode yang dipilih perlu dipertimbangkan atau disesuaikan dengan situasi serta pendengarnya. Analisis terhadap pendengar perlu mendapat porsi yang sama dengan persiapan diri seorang orator.

F.       Langkah Persiapan Pidato

a)       Langkah-langkah Pidato
Langkah persiapan untuk dapat berpidato dengan baik
Kemahiran berpidato diperoleh tidak dengan serta-merta, tetapi harus melalui latihan yang teratur dan berkelanjutan. Agar Anda dapat berpidato dengan baik, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

1.     Menyelidiki pendengar dengan mengajukan pertanyaan, misalnya: siapa pendengarnya, jenis kelamin, pendidikan dan lain-lain.
2.     Memilih topik atau tema hendaknya disesuaikan dengan kemampuan diri, mempunyai arti atau kegunaan bagi pendengar dan lain-lain.
3.     Mengumpulkan bahan berdasarkan pengalaman, hasil penelitian, imajinasi, buku bacaan, media massa maupun media elektronik.
4.     Membuat kerangka pidato, caranya sama dengan membuat kerangka karangan lainnya, yakni: pembuka, isi, dan penutup.
5.     Mengembangkan pidato menjadi kerangka pidato.
6.     Latihan oral dengan vokal yang tepat, dengan suara yang nyaring.

Apabila hal-hal tersebut di atas benar-benar dipersiapkan, pasti tampil lebih percaya diri dan mantap dalam berpidato, khususnya bila kita berpidato secara resmi di depan publik.

b)       Mengatasi rasa gugup untuk kegiatan pidato
Cara mengatasi rasa gugup untuk melaksanakan kegiatan pidato di antaranya :
1.          Tetapkan dalam pikiran Anda, kata-kata apakah yang akan dipaparkan.
2.          Inti dalam pidato harus memiliki pembukaan, isi pidato dan penutup.
3.          Mengamati situasi dan kondisi.
4.          Siapkanlah terlebih dahulu pakaian yang akan dikenakan nanti.
5.          Pelatihan pernafasan.
6.          Percaya diri.
7.          Sebelum memulai bicara diamlah sejenak dan pandanglah para pendengar, dan tersenyumlah pada mereka (audien).
8.          Raihlah perhatian para pendengar pada saat Anda berada di podium.
9.          Bicaralah dengan suara yang sekiranya dapat terdengar oleh semua yang hadir.
10.      Taatilah waktu yang diberikan kepada Anda.

2.    Contoh Naskah Pidato
Teks pidato alumni (kelas 3 yang lulus)
Bismillahirrohmanirrohim.
Assalamualaikum. Wr. Wb.

Bapak Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Ciamis yang kami hormati.
Bapak/ Ibu guru yang kami hormati.
Bapak/ Ibu karyawan yang kami hormati.
Bapak/ Ibu tamu undangan yang kami hormati.
Adik-adik yang kami cintai.

Alhamdulillah Hirabbil Alamin.
Puja dan puji marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena pada hari ini kita bisa berkumpul dalam dalam keadaan sehat walfiat.

Pada hari ini kami merasa berbesar hati, izinkanlah untuk menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang dilimpahkan kepada kita.
  
Bapak-bapak, ibu-ibu beserta Adik-adik yang kami hormati, izinkanlah pula kami dalam kesempatan ini untuk mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada Bapak/ Ibu atas bimbingan selama kami menimba ilmu pada sekolah ini. Kami menyadari selama ada dalam bimbingan Bapak/ Ibu, budi bahasa kami banyak tidak berkenan pada diri Bapak dan Ibu.

Nasihat yang bapak/ Ibu berikan dari lubuk hati yang putih, kami menerimanya kadang-kadang salah terima, oleh karena itu maafkanlah kami.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Adik-adik yang kami banggakan.
Kami menyadari dalam kehidupan ada waktu datang ada pula saatnya pergi. Ada rotan ada duri. Hal ini kita alami. Kita sebentar lagi berpisah. Kami akan meninggalkan sekolah tercinta ini untuk pergi membangun negeri dengan berbekal ilmu yang Bapak/ Ibu berikan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan Adik-adik yang kami cintai.
Kami berprinsip bahwa perpisahan ini hanyalah lahiriah, tetapi batiniah kita tetap bersatu, jauh di mata dekat di hati.
Tiga tahun kami dididik, dibina dan diberi berbagai ilmu pengetahuan, sekarang kami sudah selesai dalam binaan Bapak/ Ibu. Api padam puntung hanyut, tapi kami menyadari bahwa tamatnya kami masih jauh panggang dari api, tidak sesuai dengan harapan Bapak dan Ibu. Namun, demikian Insya Allah seluruh ilmu yang Bapak/ Ibu berikan, akan dijadikan obor kehidupan oleh kami, dengan prinsip apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar. Oleh karena itu kami akan mengamalkan ilmu dari Bapak dan Ibu. Kebaikan Bapak dan Ibu guru akan selalu mengisi batin kami dan menjadi penerang hati.

Khusus kepada Adik-adik yang kakak cintai dan kakak banggakan, Anda masih anak muda, belajarlah dengan giat jalan terbuka masih panjang, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, tingkatkan daya juang dan semangat belajar serta jaga nama baik sekolah.

Demikianlah beberapa patah kata yang dapat saya sampaikan dalam pidato perpisahan ini, semoga Allloh SWT memberikan kesempatan kepada kita, agar dimasa yang akan datang kita bisa berjumpa lagi. Amin.
Selamat tinggal semuanya… selamat berpisah

Wassalamualaikum Wr. Wb.
                                                                                (sumber : Modul SMK 1 tingkat unggul)

3.    Uraian Naskah Pidato pada Contoh di Atas

A.      Aspek struktur/ bagian-bagian naskah pidato pada contoh
Berdasarkan contoh naskah pidato di atas kita akan mengetahui bagian-bagian naskah pidato, yaitu :
1.     Pembuka
Berdasarkan contoh diatas kita dapat mengidentifikasi bahwa pembuka pada naskah tersebut terdiri dari :
a.     Salam pembuka, adalah salam untuk membuka pidato yang diucapkan oleh orang yang pidato kepada audiens, contohnya diatas adalah “Assalamualaikum Wr. Wb.“
b.     Salam sapa, adalah salam untuk menyapa audiens. Dalam ucapan sapa ini ada ketentuan dimana yang terlebih dahulu disapa adalah orang yang paling tinggi jabatannya yang hadir pada acara tersebut kemudian berurutan ke jabatan yang paling bawah, contoh diatas adalah :
“Bapak Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Ciamis yang kami hormati.”
“Bapak/ Ibu guru yang kami hormati.”
“Bapak/ Ibu karyawan yang kami hormati.”
“Bapak/ Ibu tamu undangan yang kami hormati.”
“Adik-adik yang kami cintai.”
c.     Ucap syukur, adalah ucapan yang berisi rasa syukur terhadap Tuhan atas terselenggaranya acara tersebut, contoh diatas menyatakan seperti berikut :
“Alhamdulillah Hirabbil Alamin.
Puja dan puji marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena pada hari ini kita bisa berkumpul dalam dalam keadaan sehat walfiat.”
“Pada hari ini kami merasa berbesar hati, izinkanlah untuk menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang dilimpahkan kepada kita”


2.     Isi
      Isi pidato adalah inti dari mater pidato yang disampaikan oleh orang yang berpidato atau narasumber. Contoh isi pidato di atas adalah
“Tiga tahun kami di didik, ................................. selalu mengisi batin kami dan menjadi penerang hati”.
Serta dapat melihat isi pidato tersebut pada paragraph ke-4.

3.     Penutup
Berdasarkan contoh diatas kita dapat mengidentifikasi bahwa penutup pada contoh naskah pidato tersebut adalah salam untuk menutup pidato, yaitu terdapat pada kalimat  “ Demikianlah beberapa patah kata yang dapat saya sampaikan dalam pidato perpisahan ini, semoga Allloh SWT memberikan kesempatan kepada kita, agar dimasa yang akan datang kita bisa berjumpa lagi. Amin.
Selamat tinggal semuanya… selamat berpisah
Wassalamualaikum Wr. Wb.”
         
B.      Karakteristik naskah pidato pada contoh
Karakteristik naskah pidato pada contoh diatas adalah sebagai berikut :
1.    Baik penyajian atau penulisan naskah pidato di atas dapat dimengerti dan dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang,
2.    Dalam naskah pidato tersebut tidak ada curahan jiwa atau unsur-unsur emosional,
3.    Penggunaan bahasa dalam naskah pidato tersebut lugas serta ditandai dengan pemakaian kalimat yang efektif.

C.      Analisis aspek semiotika (tanda dan lambang) naskah pidato

Yang membedakan antara aspek semiotika dengan karya lain, kita ambil contoh dengan karya ilmiah adalah terletak pada tanda baca dan lambang.
Lambang dan tanda baca yang terdapat pada naskah pidato diatas sesuai dengan EYD.

4.       Cara Menyusun Naskah Pidato
Dalam menyusun naskah pidato, kita dapat menggunakan berbagai teknik penulisan naskah pidato, yang diantaranya sebagai berikut :

1.     Menyusun teks pidato berdasarkan kerangka dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami
Sebelum berpidato, khususnya resmi, perlu menyusun teks pidato. Teks pidato perlu disusun agar uraian lisan/berpidato nantinya tidak menyimpang dari topik dan tujuan, agar tepat waktu,ada koherensi,serta tersampaikan  secara urut/runtun, dan sebagainya. Contoh kerangka teks pidato :
Judul: Jenis dan Penyebab Kriminal
I. Pendahuluan
1.     Salam pembuka
2.     Ucapan terima kasih
3.     Sekilas topik pidato
4.      Tujuan pidato

II. Isi pembahasan topik pidato (luas-sempitnya tergantung keperluan)
1.     Pengertian kriminal
2.     Jenis-jenis kriminal
3.     Mengapa kriminalitas terjadi
4.     Bagaimana mengantisipasi atau mencegah munculnya perilaku jahat/kriminal

III. Penutup
1.     Kesimpulan
2.     Harapan
3.     Salam penutup

Dalam menyusun kerangka karangan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.     bentuk organisasi karangan/pola organisasi teks pidato yang akan dibicarakan,
b.     satu cara untuk menyusun suatu rangkaian yang jelas dan struktur yang teratur dari teks pidato yang digarap,
c.     rencana kerja menyusun karangan untuk menghindarkan pembicara dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi,
d.     manfaat kerangka pidato:
1.     memandu pembicara dalam mengembangkan teks pidato secara teratur sesuai dengan susunan pikiran dalam kerangka;
2.     mencegah pembicara keluar dari sasaran yang telah ditentukan sesuai dengan topik/judul;
3.     mencegah penulis mengulangi bahasan pada bagian lain;
4.     menyajikan pikiran-pikiran pokok yang dapat diperinci/diperhalus sehingga tidak mungkin ada pengulangan hal yang sama;
5.     menunjukkan kepada pembicara bahan-bahan penulis yang diperlukan untuk mengembangkannya.
 e. Bentuk kerangka
1.     Kerangka kalimat, setiap butir dalam kerangka dinyatakan dalam kalimat   lengkap. Contoh :

Upaya Pembinaan Bahasa Indonesia

1.     Kedisiplinan dalam pemakaian bahasa Indonesia merupakan perwujudan kedisiplinan nasional.
2.     Melalui pembinaan dapat ditumbuhkan kesadaran dan kemampuan berbahasa nasional secara baik dan benar.
3.     Pembinaan dapat dilakukan lewat jalur pendidikan dan penyuluhan.
4.     Materi pembinaan mencakup unsur kebahasaan yang mengacu pada pemakai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5.     Metode penyuluhan seyogianya cocok dengan prinsip andragogi.

Keberhasilan mendapatkan pekerjaan:
1.         Persyaratan wawancara yang berhasil, yaitu kesan positif, kualitas pribadi, dan keahlian.
2.         Kesan yang positif ditentukan oleh cara berpakaian yang baik dan pantas.
3.         Kualitas pribadi ditentukan oleh tata cara bicara.
4.         Kualitas pribadi ditentukan oleh pengetahuan yang berhubungan dengan jabatan yang akan dilamar.
5.         Keahlian dapat diperlihatkan dengan mempersiapkan informasi dan pertanyaan-pertanyaan tentang pekerjaan, dan lain-lain.
6.         Penilaian pewawancara terhadap pelamar.
7.         Yang memenuhi syarat di atas akan berhasil mendapat pekerjaan.
8.         Kerangka topik, setiap butir dalam kerangka dinyatakan dalam topik/frasa, contoh:

 Upaya Pembinaan Bahasa Indonesia
1.     Hubungan dengan gerakan Disiplin Nasional
2.     Tujuan pembinaan
3.     Jalur pembinaan
4.     Materi pembinaan
5.     Metode pembinaan

Kerangka Persyaratan Wawancara
1.     Kesan positif
2.     Kualitas pribadi
3.     Keahlian
4.     Penilaian terhadap pelamar

f. Pola organisasi karangan
1) Pola alamiah: mendeskripsikan tempat/ruang, contoh:
Topik: Laporan Lokasi Banjir di Indonesia
a. Banjir di Jawa Tengah
1. Daerah Semarang
2. Daerah Pekalongan
b. Banjir di Jawa Barat
1. Daerah Ciamis
2. Daerah Garut
2) Pola logis: memakai pendekatan cara berpikir manusia, misalnya urutan klimaks, urutan sebab akibat, urutan pemecahan masalah, dan urutan umum khusus.


2.         Menyusun teks pidato berdasarkan topik yang dipilih
a.       Pengertian topik
Topik pidato adalah pokok pembahasan atau pembicaraan yang hendak disampaikan kepada khalayak melalui pidato. Topik hendaknya merupakan permasalahan yang menarik. Adapun tujuan pidato adalah hal-hal yang hendak dicapai melalui pidato.

b.       Pembatasan topik
Pemilihan topik mengacu pada hal-hal berikut:
a. pentingkah?
b. menarikkah?
c. akrabkah?
d. mungkinkah data diperoleh?
e. cukupkah sarana dan kemampuan menggarapnya?
f. apakah menghasilkan sesuatu yang baru?

Perhatikan contoh di bawah ini.

Topik pidato: Kuantitas dan kualitas kriminal semakin mengkhawatirkan.
Tujuan:
1.     Menginformasikan bahwa sekarang ini kriminalitas semakin meningkat, baik dari segi jumlah maupun mutunya.
2.     Menyadarkan pendengar bahwa kejahatan itu sangat tercela karena sangat merugikan orang lain.
3.     Mengajak untuk tidak terjerumus kepada perilaku kriminal.


Piramida terbalik

1. Remaja
2. Kenakalan remaja
3. Pemakaian narkotika di kalangan remaja
4. Mencegah pemakaian narkotika di kalangan remaja
5. Mencegah pemakaian narkotika di
kalangan remaja
dengan cara
1.Bahasa
2.Bahasa Indonesia
3.Pembinaan lewat jalur formal
4.pengajaran menulis
5.Pengajaran menulis
terpadu di SMA



3. Perumusan tujuan
Manfaat tujuan adalah sebagai berikut:
1.     titik tolak/arah/pedoman bagi penulis dalam mengembangkan karangan,
2.     kunci untuk membuka seluruh karangan,
3.     rancangan menyeluruh yang memungkinkan penulis bergerak dalam batas-batas/ruang lingkup tersebut,
4.     menentukan bahan yang diperlukan,
5.     menentukan cara yang paling tepat dalam menyusun langkah-langkah karangan

Ciri-ciri rumusan tujuan yang baik adalah sebagai berikut.
1)  Terbatas
Benar : Keberhasilan pelamar pekerjaan dalam berwawancara ditentukan oleh kesan yang positif, kualitas pribadi, dan keahlian.
Salah : Banyak cara untuk mencapai keberhasilan dalam berwawancara.
2)  Kesatuan
Benar : Keberhasilan pelamar pekerjaan dalam berwawancara ditentukan oleh kesan yang positif, kualitas pribadi, dan keahlian.
Salah : Banyak cara untuk mencapai keberhasilan dalam berwawancara dan keberhasilan dalam bekerja.
3)  Ketepatan
Benar : Anak yang terlalu pandai sering tidak memerhatikan pelajaran karena apa yang dijelaskan guru sudah dikuasainya.
Salah : Anak yang terlalu pandai sering menimbulkan kesulitan.
4)  Kalimat pernyataan bukan pertanyaan
Contoh :
1.          Pembicara akan mengemukakan beberapa sebab keterlibatan remaja dengan narkotika yang erat kaitannya dengan kurangnya perhatian orang tua dan pendidikan keluarga.
2.          Dalam pidato ini akan dijelaskan penggunaan metode CBSA dalam proses belajar mengajar yang merangsang daya kreatif siswa
3.          Dalam pidato ini akan dibahas perbedaan sistem perekonomian pada pemerintahan Orde Baru dengan sistem perekonomian pada pemerintahan Era Reformasi.
4.          Dalam pidato ini akan diuraikan beberapa proses belajar mengajar yang merangsang daya kreatif siswa.

4.  Pengumpulan bahan

a.    Bahan pidato
 Informasi/data yang dipakai untuk mencapai tujuan pidato.
1) Data :
1.     teori,
2.     contoh-contoh: perincian, perbandingan, hubungan sebab akibat, pengujian dan pembuktian, angka-angka, dan kutipan.
2) Sumber bahan:
1.     perpustakaan,
2.     berpikir kritis,
3.     mencerna (kritik dan informasi),
4.     menyeleksi,
5.     menimbang,
6.     menolak/menerima.
3) Jenis bahan:
1.     gambaran umum
2.     bahan utama
(1) dicatat
(2) diolah
(3) dianalisis
(4) disimpulkan
3.     bahan pelengkap
4) Pengalaman: pengetahuan yang diperoleh melalui persepsi indrawi
a. pengamatan langsung,                            
b. studi kepustakaan,
c. wawancara,                                                                               
d. angket,
e. kuisioner.                                    
5)  Penalaran
6) Kewenangan: Pendapat yang dikemukakan oleh orang yang berwenang memberikan informasi.

b.     Metode Pengumpulan Bahan
1) brainstorming,
2) penelitian: membaca buku, pengamatan lapangan, dan eksperimen,
3) renungan,
4) rumus kewartawanan: 5W + 1H,
5) kartu informasi.       

D.      Proses penyuntingan naskah pidato
Mengoreksi isi pidato yang ditulis (ketepatan tema dengan isi) adalah sebagai berikut :
Teks pidato yang baik terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup. Isi pidato harus sesuai dengan tema / topik yang telah ditentukan, juga tersusun urut seperti kerangka yang mendahuluinya.
Paragraf satu dengan lainnya memiliki koherensi, saling berkait. Demikian juga kalimat-kalimat dalam paragraf saling melengkapi dan berhubungan.
Kalimat-kalimat dalam paragraf membentuk kesatuan yang utuh, yaitu teks. Secara keseluruhan isi teks tersebut sesuai dengan tema/topik.
Pada prinsipnya topik adalah hal yang mendasari sebuah wacana, teks, atau pidato. Isi teks, wacana, atau pidato adalah penjabaran dari topik/tema.


5.         Refleksi
                             
a)       Refleksi bagi peserta didik
Anda telah mempelajari kompetensi bab menyusun naskah pidato. Kompetensi ini bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari Anda. Mengapa bermanfaat? Mungkin dalam benak Anda terpikir, Anda bukan pejabat yang selalu harus memberikan pidato. Memang Anda bukan pejabat atau kepala sekolah, tetapi tahukah Anda bahwa kesempatan untuk memberikan pidato merupakan saat yang tepat untuk Anda berani tampil di depan umum. Keberanian itu harus dilatih dan dipupuk sejak dini. Kelak jika suatu saat Anda diminta mewakili teman-teman Anda untuk berpidato tidak sulit lagi bagi Anda.

b)       Manfaat yang diperoleh dari menulis naskah pidato
Manfaat menulis naskah pidato :
1.     Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis pidato harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib. 
2.     Bahasa komunikatif ilmiah memiliki syarat h harus jelas/ harus bermakna tunggal tidak boleh ambigu
3.     Penempatan gatra (unsur fungsional dalam kalimat) harus lengkap dan dan tepat
diksi atau pilihan kata harus tepat.
4.     Kita dapat menulis naskah tersebut sesuai dengan sistematika penulisan yang baik dan benar.
5.     Kita akan dapat mengasai materi yang akan disampaikan dalam pidato tersebut
6.     Dengan menulis kita akan lebih siap dan akan menambah rasa percaya diri.
7.     Dengan menulis setiap apa yang ingin kita sampaikan telah terkonsep dengan baik, sehingga tidak ada materi yang tertinggal.

c)       Peranan Pidato
Peranan pidato dalam menyampaikan ide/informasi secara lisan kepada kelompok massa merupakan aktivitas yang sangat penting, baik pada masa lalu maupun pada masa mendatang. Seseorang yang sudah mahir berbicara di depan umum akan dengan mudah menguasai massa dan menawarkan ide-idenya agar dapat diterima orang lain.
Presiden pertama RI, Soekarno, dengan kemahirannya berpidato mampu menarik minat pendengar dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Dengan kepintarannya, beliau sanggup mempersatukan orang Indonesia yang beraneka ragam budaya, suku, dan agama. Lebih dari itu, beliau sanggup menghimpun kekuatan yang mahadasyat untuk mengusir penjajah dari bumi Nusantara.
Kenyataan menunjukkan seorang siswa yang mahir berbicara di depan umum cenderung memiliki relasi yang luas dengan teman-temannya di kelas, sekolah atau masyarakat. Sebaliknya, seorang siswa yang “pendiam” cenderung terbatas pergaulannya



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar