Selasa, 05 Juli 2011

Sinopsis Novel


RESENSI BUKU FIKSI ( NOVEL, SASTRA KLASIK )

A. Identitas Buku
Judul buku                  : Salah Asuhan
Pengarang                   : Abdul Muis
Penerbit                       : PT. Gramedia Pustaka Utama          
Tahun terbit                 : Cetakan Ketiga Puluh Sembilan, 2009
Jumlah halaman           : 273 halaman
Harga buku                 : Rp 48.000,-

Pola Membaca Cepat
Pola yang digunakan untuk membaca novel salah asuhan ialah dengan menggunakan pola blok, yakni pada pola blok ini berhenti sejenak pada akhir blok-blok tertentu. Dengan membaca kalimat awal dan kalimat akhir sebuah paragraf baik, disini saya dapat menerka isi paragraf tersebut isinya apa.
Unsur-unsur Intrinsik novel
Adapun pemaparan mengenai unsur intrinsik dalam novel salah asuhan adalah sebagai berikut: 
1. Tema
Adapun tema dalam novel salah asuhan ialah kentalnya adat istiadat/ budaya. Perkawinan yang memandang perbedaan ras, kultur, bangsa,  agama, suku dan latar.
Hal ini dapat dilihat dari cara tokoh utama yaitu Hanapi memperbudak istinya yang berbeda suku dengannya. Perbedaaan itu semua membuat Hanapi begitu sangat membenci istrinya yang ia persunting karena ada perintah dari orang tuanya, yang sebenarnya dia begitu sangat berkeberatan untuk menikahi istrinya itu.
Dengan mengetengahkan tokoh Hanapi dalam novel ini, pengarang mengkritik sikap tingkah laku kaum borjuis yang kebarat-baratan dan lupa daratan. Dalam noveltersebut, soal adat masih disinggung-singgung bahkan banyak kritiknya yang sangat tajam.
2. Plot/ Alur : campuran
3. Tokoh/ penokohan
a.    Hanapi (tokoh utama) dalam novel ini adalah tokoh antagonis. Hanapi digambarkan sebagai sosok yang sangar, sering membantah pada orang tua, dan juga sering kali mengejek/ tidak mengakui istrinya.
b.    Corre du Bussee dalam novel ini ialah sebagai  kawan sepermainan Hanapi yang kelak berubah menjadi orang yang dicintai.
c.    Orang Tua Hanapi
d.   Istri hanapi dalam novel ini ialah sebagai istri yang dipilkannya oleh ibu Hanapi untuk Hanapi. Tokoh yang protagonis.
e.    Pihak ketiga
f.     Masyarakat dalam novel ini sebagai orang yang mengecam rumah tangga Hanapi dan istrinya. Dikarenakan Hanapi memperlakukan istri dan ibunya itu sebagai pembantu/ pelayan rumah tangga.
4. Latar
Adapun latar dari novel ini yaitu di Sekolah, rumah, rumah majikan, kampung halaman.
5. Sudut Pandang
Dalam novel ini penulis menggunakan sudut pandang tokoh utama menjadi pelaku utama yang lainnya sebagai pelaku sampingan.
6. Gaya Penulisan
Gaya bahasa yang digunakan penulis dalam roman ini sangat kental akan kritikan-kritikan akan budaya barat yang sok kebarat-baratan. Ini menyadarkan kita bahwa budaya sendiri lebih baik untuk kita pakai karena masih punya tatakrama dan kesopanan yang patut dipakai. Menggunakan bahasa Indonesia, yang pada umumnya adalah bahasa yang mudah dimengerti (bersifat komunikatif), yakni ragam bahasa yang dipakai dalam kehidupan kesehatian. Bahasa yang berkaitan dengan situasi lingkungan, sosial budaya, dan pendidikan.
7. Amanat 
Pendidikan sangat penting terutama pendidikan di masa kecil. Satu hal yang menjadi perhatikan yaitu pendidikan yang kurang pada diri orang tua yang menyebabkan seringkali memberikan jawaban yang tak masuk akal dan cara mendidik anak yang kurang memadai dalam  sosialisasinya.
SINOPSIS
Tokoh utama kisah ini adalah Hanapi, seseorang yang dididik secara barat baik di sekolah maupun di rumah yang mana diharapkan kelak menjadi orang pandai. Sayang pendidikannya memberikan bentuk yang salah dalam diri Hanapi yaitu menjadi kebarat-baratan dan menganggap adat timur itu jelek. Bahkan menjadikan Hanapi sering memandang rendah orang lain. Tokoh kedua Corrie du Bussee yang merupakan anak blasteran Prancis dan Indonesia. Corrie dikisahkan sebagai kawan sepermainan Hanapi yang kelak berubah menjadi orang yang dicintai.
Pada awalnya cinta Hanapi bertepuk sebelah tangan karena pengaruh masyarakat dan peranan orang tua. Dilanjutkan dengan Hanapi yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Alhasil kehidupan keluarga Hanapi bagaikan majikan dan pelayan rumah tangga yang menyebabkan banyak mendapat kecaman dari masyarakat.
Akibat sebuah keadaan, Hanapi harus pergi jauh dan disana ia bertemu lagi dengan Corrie. Dimulailah benih-benih cinta yang telah padam itu tumbuh. Akhirnya mereka menikah meskipun memiliki hambatan besar yaitu perbedaan bangsa. Akibatnya banyak penolakan dari masyarakat, perbedaan pendapat, pertengkaran dan fitnah.
Belum selesai kesengsaraan mereka, datang lagi pihak ke-3 yang menyebabkan hilangnya rasa percaya dan berakhir dengan sebuah perceraian. Karena perasaan api cinta tersebut masih ada maka usaha Hanapi untuk menggapai kembali masih menggelora. Tapi sayang ungkapan perasaan bahwa mereka saling mencintai tersebut tercapai ketika Corrie sekarat yang mana satu hari kemudian meninggal.
Hancur perasaan Hanapi menyebabkan ia kembali ke kampung halaman. Tapi apa daya istri terdahulunya tak mau tinggal serumah. Dengan perasan tak berguna, Hanapi meminum sublimat (racun) yang mana menyebabkan ia harus pergi dari dunia ini. Tapi sebelum mengakhiri hayatnya, Hanapi berpesan kepada ibunya agar anaknya dididik dengan sebaik-baiknya dan jangan mengikuti jejak ayahnya yang salah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar